Suarageram.co – Ratusan warga perumahan taman Kirana Surya Batara Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang Banten, tumpah ruah menggelar pawai obor dengan bersholawat keliling kawasan perumahan tersebut pada Selasa malam (18/7/2023) sekira pukul 20.00 WIB.

Tradisi yang digelar masyarakat itu untuk menyambut malam pergantian Tahun Baru Islam. Setiap tradisi ini memiliki makna dan harapan agar di tahun mendatang dapat membawa keberkahan.

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H yang jatuh pada 19 Juli 2023. Oleh masyarakat Indonesia, pergantian tahun dalam kalender Hijriyah ini dianggap sebagai salah satu momen penting. Oleh karenanya banyak masyarakat yang menggelar tradisi sebagai ungkapan syukur penuh suka cita dengan mengharap ridho Allah SWT.
IMG 20230718 23201407
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Ada banyak dalil yang menjelaskan keutamaan bulan Muharram. Salah satunya disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 36.

Hampir di sebagian besar daerah di Indonesia, kegiatan Tahun Baru Islam dimeriahkan dengan pawai obor. Masyarakat dari berbagai kalangan akan kompak mengenakan pakaian muslim sambil berpawai memegang obor.

Kegiatan itu dilakukan keliling desa atau kampung untuk merayakan tahun baru hijriyah. Biasanya masyarakat akan melakukan pawai sambil melantunkan sholawat dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Tokoh masyarakat perumahan Taman Kirana Surya – Batara Marjuki mengatakan, salah satu momen terpenting dalam agama Islam, Tahun Baru Hijriah punya makna dan sejarah tersendiri. Ia menjelaskan, seharusnya Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan pergantian tahun, melainkan juga sebagai pengingat kaum muslim atas peristiwa hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

“Dari kejadian hijrah tersebut hendaknya umat Islam mengambil makna dan pesan yang terkandung, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Marjuki tokoh masyarakat Kirana – Batara.
IMG 20230718 23232563
Kata dia, Hendaknya umat Islam berhijrah dari masa kebodohan kepada masa kecerdasan, pandai, dan terampil.

“Kaum muslim hendaknya berhijrah dari keburukan ke kebaikan, dengan meninggalkan segala perilaku tercela dan menjadi pribadi yang terhias sifat terpuji,” ujar Marjuki.

Menurutnya, makna Tahun Baru Islam yang perlu diartikan lebih dalam untuk mengingat perjuangan Nabi SAW dalam membawa ajaran kebenaran dari Allah SWT.

Selain itu sambung dia, dengan Tahun Baru Islam, kaum muslim ada baiknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan mengisi tahun tersebut dengan peningkatan keimanan dan ibadah kepada Allah SWT.

“Semoga di era globalisasi ini, di tahun baru Islam 1445 H ini, kita lebih ber adab dalam gempuran teknologi canggih dan menggunakan teknologi tersebut dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang maha esa,” pungkas Marjuki. (Red).