Suarageram.co – Pendistribusian logistik berupa surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang tidak tepat sasaran menjadi persoalan yang serius, hal ini menyangkut kinerja pihak penyelenggara Pemilu yaitu KPU.

Aktivis sekaligus mantan ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) periode 2018 – 2021 Ahmad Suhud menyebut, kinerja pihak penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Tangerang dinilai buruk lantaran kurang teliti sehingga menyebabkan tertukarnya surat suara di beberapa tempat pemilihan umum (TPS) di wilayah Dapil 1 yaitu 3 TPS Kecamatan Jambe dan 1 TPS di Kecamatan Solear.

“Adanya surat suara yang tertukar di wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Kecamatan Jambe Desa Tipar Raya di TPS 03, 07 dan 08 dan TPS 28 di Perumahan Taman Kirana Kecamatan Solear, ini menandakan tidak teliti nya pihak KPU dalam melaksanakan tugasnya,” ungkap Ahmad Suhud saat memantau beberapa lokasi TPS di wilayah Kecamatan Jambe, Rabu (14/2/2024).

Padahal kata Suhud, sebelum di kirim ke setiap wilayah, KPU Kabupaten Tangerang terlebih dulu melakukan pemeriksaan serta mensortir logistik surat suara tersebut.

“Ini kurang teliti nya pihak KPU sehingga dengan kejadian tertukarnya surat suara itu, proses pemungutan suara jadi terhambat, inilah yang saya bilang kinerja KPU Kabupaten Tangerang buruk,” terang Suhud.

Kata dia ada beberapa TPS yang surat suara tertukar di Desa Tipar Raya Kecamatan Jambe yaitu TPS 03 tertukar dengan Dapil di Cilegon, TPS 07 tertukar dengan Dapil wilayah Pasar Kemis, dan TPS 08 tertukar dengan Dapil wilayah Legok.

“Begitu juga di wilayah Kecamatan Solear TPS 28 Perumahan Taman Kirana tertukar pula dengan Dapil lain,” tandasnya.

Belum lagi lanjut dia, puluhan warga di perumahan Taman Kirana Surya histeris di Kantor Desa Pasanggrahan lantaran merasa di pimpong saat ingin menyalurkan hak pilihnya di TPS 48.

“Yang akhirnya beberapa warga terpaksa tidak menyalurkan hak suara nya, ini lah yang dimaksud ketidaksiapan pihak penyelenggara baik di tingkat KPU maupun tingkat PPS,” imbuh Ahmad Suhud.

Sementara salah satu warga di RW 11 Perumahan Taman Kirana Surya yang kerap disapa ibu Tere mengaku kecewa lantaran di pimpong oleh petugas KPPS saat sudah mengantri di TPS.

“Saya sudah daftar tunggu sejak jam 11 siang tiba tiba pada jam 12 petugas TPS bilang surat suara habis, kita tidak diarahkan untuk coblos di TPS mana, akhirnya kita sekitar 20 orang datang ke lainnya namun tidak diterima lantaran tidak ada rekomendasi dari TPS asal,” cerita Ibu Tere kecewa.

“Dari TPS lain kita diarahkan untuk komunikasi dengan pihak Desa Pasanggrahan, sampai di kantor Desa tidak ada orang, akhirnya pada ngamuk merasa di pimpong, tak lama kemudian PPS Desa mengarahkan kita untuk mencoblos di TPS 9, namun sebagai warga sudah telanjur kecewa pulang ke rumah dan tak menyalurkan hak pilihnya,” tandasnya.

Terpisah, PPS Desa Pasanggrahan M. Nur mengaku kisruh tersebut berawal dari miskomunikasi.

“Tadi sudah saya arahkan untuk coblos di TPS 9,” ujarnya singkat. (Han).

Editor : Burhanuddin.