Suarageram.co – Tak heran beberapa waktu lalu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid di demo oleh sejumlah kalangan, baik dari unsur mahasiswa maupun sosial kontrol.

Mereka mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang mundur dari jabatannya karena dinilai melanggar etik sebagai ASN bahkan disebut menyalahgunakan wewenang serta dinilai menggunakan alat negara untuk kepentingan politiknya.

Terbukti sejumlah anggota Trantib Kecamatan Panongan diduga ikut andil besar dalam memasang baliho dukungan terhadap Moch Maesyal Rasyid untuk maju sebagai calon Bupati Tangerang pada pesta Demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Tangerang yang akan digelar secara serentak pada November 2024 mendatang.

Menyikapi hal itu Direktur eksekutif LSM BP2A2N Ahmad Suhud ikut berkomentar pedas, ia mengatakan, pemasangan Baliho yang melibatkan anggota Trantib Kecamatan Panongan itu sangat miris sekali hal ini yang membuat masyarakat geram dengan apa yang dilakukan para pejabat yang ada di kabupaten Tangerang.

“Maka tak heran jika Sekda dituding melanggar etik sebagai ASN serta menggunakan alat negara untuk kepentingan politiknya, maka sejumlah elemen mendesak dia mundur dari jabatannya,” ungkap Ahmad Suhud, Sabtu (30/3/2024).

Kata Suhud, dugaan pemasangan Baliho Sekda sebagai bakal calon Bupati Tangerang yang dilakukan oleh anggota Trantib Kecamatan Panongan itu kini viral di media sosial.

Lanjut Suhud, pada saat Rakor dengan Bawaslu dan Satpol PP Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu di hotel Vega kawasan BSD Serpong lalu, Suhud menyampaikan bahwa adanya pemasangan spanduk atau baliho Sekertaris Daerah kabupaten Tangerang dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif sehingga Bawaslu dan satpol PP diharapkan bekerja sesuai dengan Tupoksinya.

“Namun saat ini ada pemandangan yang membuat mata kita melotot ternyata yang memasang baliho tersebut diduga oknum Trantib Kecamatan Panongan/Satpol PP, dan apakah ini yang dinamakan mengatasnamakan masyarakat,” tanya Suhud.

Kendati demikian, Suhud minta baik Bawaslu dan para penyidik PPNS untuk memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa termasuk Camat Panongan karena berada diwilayahnya.

“Bisa jadi dugaan kami ini perintah Camat Panongan dan ini perlu ditelusuri, dalam waktu dekat ini saya akan bersurat secara resmi untuk meminta klarifikasi dari Camat Panongan,” tandasnya.

Diketahui beberapa pekan lalu, puluhan mahasiswa maupun sosial kontrol menggelar aksi unjuk rasa (UNRAS) di depan kantor Bupati Tangerang, mereka mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid untuk mundur dari jabatannya.

Reaksi puluhan mahasiswa dan sosial kontrol itu lantaran adanya sejumlah baliho Sekda Kabupaten Tangerang Drs Moch Maesyal Rasyid diberbagai wilayah yang cikal bakal menjadi calon Bupati Tangerang.

Mereka menilai spanduk atau baliho pejabat publik yang kini masih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu dianggap dapat memicu ketidaknetralan ASN di Kabupaten Tangerang, bahkan mahasiswa itu bilang Sekda perusak Netralitas ASN. (Han)

Editor : Burhanuddin.