Suarageram.co – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang Banten Lala Sutawijaya SH mengaku kecewa dan miris atas ketidakhadiran anggota wakil rakyat Dapil 1 saat acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Jambe pada Senin (4/2/2024).

Padahal kata Kades Tipar Raya ini, Musrenbang itu merupakan wadah terbuka bagi elemen masyarakat Jambe untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kecewa dan miris lah, anggota DPRD Kabupaten Tangerang Dapil 1 hanya 1 anggota DPRD yang menghadiri acara Musrenbang Kecamatan Jambe,” ujar Lala kepada wartawan seusai acara Musrenbang Kecamatan Jambe.

IMG 20240205 WA0143
Kegiatan Musrenbang di Kecamatan Jambe hanya dihadiri 1 anggota DPRD Kabupaten Tangerang

Lala bilang, sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang semestinya konsisten dengan agenda tersebut. Padahal di Dapil 1 itu ada 9 orang anggota wakil rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Tangerang.

“Keinginan kita berharap Dewan itu konsisten, kalau ada hal lain paling tidak kuorum lah 4 atau 5 orang dewan kita cukup puas lah, ditambah dengan Dinas terkait lainnya, tadi hanya dari Bappeda dan Dinas Koperasi kalau nggak salah tadi yang hadir,” ujar Lala Sutawijaya.

Ditempat yang sama Ahmad Suhud pun mengaku kecewa dengan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang tidak hadir agenda Musrenbang tersebut, padahal ini penting untuk mendengarkan langsung keluhan maupun usulan masyarakat Jambe. Dia bilang sudah waktunya ganti Dewan.

“Saat nya orang Jambe jadi Dewan agar aspirasi masyarakat di wilayah setempat terakomodir sehingga wilayah Kecamatan Jambe tidak lagi tertinggal,” kata Suhud.

Ahmad Suhud juga melontarkan kritikan pedas bagi para Kepala Desa, khususnya APDESI Kecamatan Jambe, pria asal Desa Taban ini menilai keberadaan APDESI di wilayah nya seolah olah mati suri.

Kata Suhud, Manajemen Birokrasi nya tidak berjalan. Terkait yang dibahas mengenai jalan kuburan, jalan ke Rutan yang dinilai sempit lantaran bangunan yang memakan garis sempadan jalan.

“Kalau APDESI nya hidup bikin suratnya, ini kan APDESI nggak hidup Birokrasi Management nya. Saya belum pernah melihat APDESI bikin surat menolak pembangunan, nggak ada, misalnya kuburan ditolak. Ditempat saya nggak ada, wong saya demo aja nggak ada teman teman dari APDESI yang bantu,” ucap Suhud (Han).

Editor : Burhanuddin.