Suarageram.co – Hidayat Albantani alias Oyox membantah keras jika dirinya dianggap sebagai provokator dalam persoalan pengadaan Snack untuk kegiatan pelantikan dan Bimtek KPPS pada 25 Januari 2024 lalu.

Menurut ketua PPK Legok yang akrab disapa Oyox ini, ia mengaku prihatin dan ingin memperjuangkan rekan rekan penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) di tingkat Kecamatan dan Desa atas kebijakan KPUD Kabupaten Tangerang Banten.

“Saya bukan bermaksud memprovokasi rekan rekan, saya hanya sebatas memperjuangkan rekan-rekan PPK, PPS & KPPS, karena saya sebatas mengkritisi dari kebijakannya semata,” ungkap kang Oyox saat dikonfirmasi suarageram.co Senin malam (29/1/2024) sekira pukul 19.26 WIB.

Ia menilai bagaimana kemampuan vendor dalam pendistribusian Snack tersebut, oleh karena itu kata dia, pengelolaan itu diserahkan kepada PPS masing masing agar lebih mudah dalam pendistribusian, di lain sisi sabung Oyox, UMKM pun bisa diperdayakan.

“Saya melihat dan mencermati bagaimana kemampuan vendor dalam mendistribusikan snack tersebut dan saya meminta dengan keras dan tegas agar pengelolaan snack tersebut dikembalikan kepada PPS, selain untuk memudahkan pendistribusiannya juga saya kira kearifan lokal, menjadi kewajiban kami selain sebagai PPK juga sebagai Aktivis untuk dapat memberdayakan UMKM setempat,” terangnya.

Terpisah, ketua KPPS di wilayah Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang Syamsudin mengaku hari ini telah menerima uang transport sebesar 50 ribu rupiah, namun 50 ribu rupiah lagi masih terhutang.

“Tadi saya baru dibayarkan 50 ribu rupiah, untuk 50 ribu rupiah lagi belum dibayarkan,” kata dia pada suarageram.co.

IMG 20240128 155540
Uang Transport Pelantikan dan Bimtek KPPS Masih Terhutang, KPUD Masih Bungkam, (suasana ratusan anggota KPPS sedang mengikuti Bimtek), foto, red/Han/Suarageram).

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa anggaran tranport dan Snack pada pelantikan dan Bimtek KPPS 25 Januari 2024 lalu sebesar 73 ribu rupiah per kepala (Han).

Editor : Burhanuddin.