Suarageram.co – Puluhan warga dari berbagai wilayah rukun tetangga (RT) di RW 01 Desa Sumur Bandung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Banten menuding aktivitas PT New Hope Indonesia bikin warga tak nyaman.

Diketahui sebelumnya, PT New Hope Indonesia belum memiliki sistem pengelolaan pembuangan air limbah, selain itu, perusahaan yang memproduksi pakan ternak unggas itu mengeluarkan bau atau aroma yang kurang sedap serta suara bising yang kerap menganggu kenyamanan kehidupan warga sekitar.

Lantaran itu, puluhan perwakilan warga di 6 RT pada RW 01 menandatangani pernyataan sikap warga lingkungan sekitar PT New Hope Indonesia, perusahaan asing (PMA) yang bergerak di bidang pakan ternak ayam.

Berikut isi pernyataan sikap warga sekitar lokasi PT New Hope Indonesia,” Kami warga lingkungan setempat RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, RW 01 Desa Sumur Bandung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Banten ingin menyampaikan keluhan, kekhawatiran dan kegelisahan kami terkait aktivitas perusahaan yang menyebabkan aroma bau tak sedap dan suara bising yang sangat menggangu kehidupan sehari-hari kami.

Kami berharap melalui pihak pihak, baik Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan maupun Desa segera turun tangan agar dapat mengambil langkah langkah untuk mengurangi gangguan tersebut demi kenyamanan hidup bersama.

IMG 20240104 090522
Tak Hanya Air Limbah, Bau dan Suara Bising di PT New Hope Dikeluhkan Warga, (foto, red/suarageram)

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten Wawan Gunawan mengaku pihaknya belum melakukan sidak ke PT New Hope Indonesia lantaran tim Dakum DLH Provinsi Banten sedang melakukan sidak di perusahaan lain.

“Tim Dakum nya lagi turun dulu ke PT Panca Craf, sementara saya sendiri lagi di Lebak ada kunjungan Pak Presiden,” ujar Kepala DLH Provinsi Banten Wawan Gunawan menjawab WhatsApp suarageram.co, Senin (8/1/2024).

Kendati demikian, Wawan pastikan pihaknya akan melakukan sidak pada perusahaan PT New Hope Indonesia Jayanti.

Sementara itu Camat Jayanti Kabupaten Tangerang Yandri Permana saat dimintai keterangan melalui WhatsApp, hingga berita ini diunggah belum memberikan komentarnya. (Red)