Suarageram.co – Usai banjir yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang, warga dikejutkan dengan peristiwa pergeseran tanah. Sejumlah rumah warga amblas diduga akibat pergeseran tanah di Kampung Cipayaen RT 11 RW 03, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Tidak main-main, amblasnya rumah sejumlah warga menyebabkan tempat tinggal mereka tidak dapat dihuni dan terpaksa mengungsi.
Berdasarkan penuturan warga, peristiwa ini terjadi pada sore hari (23/1) kemarin. Dimana peristiwa tersebut sampai membuat panik penghuni yang tengah berada di dalam rumah.
Eka, salah seorang pemilik rumah di lokasi menuturkan, dinding rumah miliknya sendiri mengalami retak di seluruh bagian ruangan.
Kondisi terparah terjadi pada bagian dapur, dimana terlihat bangunan nyaris ambrul dengan retakan menjalar panjang dari lantai sampai dinding bangunan.
“Kejadinnya kemarin sore pas saya gak ada di rumah, tapi anak saya waktu itu emang di rumah. Khawatir pak saya, terpaksa kita ngungsi karena takut tambah parah sampai ambruk” ungkap Eka kepada awak media di lokasi, Sabtu (24/1/2026).
Janda anak satu itu pun mengaku bingung dengan kondisi yang dialaminya kini. Memang benar lanjut dia, beberapa waktu berlalu setelah peristiwa terjadi pihak berwenang mendatangi lokasi.
Namun lanjutnya, belum ada kepastian sikap pemerintah akan kondisi yang dialami ia dan sejumlah warga lain yang terdampak pergeseran tanah.
“Tentu kalau kondisi mengalami bencana seperti ini kita pasti mengharapkan perhatian dari pihak pemerintah, namanya bencana siapa yang mau kan pak” ungkapnya.
Begitupun diungkapkan warga lain yang terdampak, Abdul, dimana berdasarkan informasinya, total lima rumah warga terdampak akibat bencana pergeseran tanah tersebut.
Dari total lima rumah terdampak itu, seluruh penghuninya pun terpaksa mengungsi apakah itu ke saudara atau kenalan lainnya.
“Benar pak kita ngungsi, masih takut kan. Kita gak tau kan apa ini bakal tambah parah sewaktu-waktu ambruk gitu makanya lebih baik kita ngungsi” tuturnya.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi (24/1), total lima rumah terdampak pergeseran tanah ini memang dalam kondisi memprihatinkan, dimana guratan pergeseran pun terlihat sampai di area luar sekitar rumah.


Tinggalkan Balasan