Suarageram.co – Warga di wilayah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang mendukung adanya pembangunan Terminal Terpadu di wilayah tersebut.

Namun seiring dengan hal itu, warga juga meminta agar jalan akses utama di Kecamatan Rajeg pun diperlebar sehingga arus lalulintas lebih leluasa alias tidak krodit.

“Jalan menuju Rajeg itu sempit kecuali kalau di lebarkan dulu jalan utama nya baru di bangun Terminal Terpadu agar tidak malah krodit di jalannya, ungkap Moh Ekoriadi melalui pesan yang diterima redaksi suarageram.co pada Rabu (28/1/2026).

Sebelumnya diunggah suarageram.co, kepadatan penduduk di Kecamatan Rajeg menjadikan wilayah ini sebagai Kecamatan terpadat kedua setelah Pasar Kemis. Pertumbuhan tersebut dipicu maraknya investasi pengembang perumahan, baik skala besar seperti Puri Jaya maupun pengembang kecil yang membangun dalam jumlah terbatas. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sistem transportasi yang terintegrasi dinilai semakin mendesak.

Banyaknya agen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi di Rajeg dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar dapat tertata dengan baik sekaligus memberi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Sokhibi, inisiator Gerakan Rajeg Punya Terminal yang melakukan penelitian di wilayah Rajeg, menyebut bahwa keberadaan terminal terpadu di Rajeg bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan.

“Rajeg dihuni banyak masyarakat urban yang mayoritas pendatang.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perumahan di wilayah ini. Dari hasil riset yang kami lakukan, kebutuhan masyarakat terhadap terminal terpadu sangat mendesak,” ujarnya kepada Wartawan, pada Senin (26/1/2026).