Suarageram.coWakil ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten fraksi PPP Musa Weliansyah menyoroti rekrutmen pegawai di RSUD Cilograng dan RSUD Labuan.

Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Lebak 2 periode itu, rekrutmen tenaga kerja di Rumah Sakit Daerah itu dinilai tak serius bahkan tak profesional, sarat dengan kejanggalan.

Musa bilang, penyelenggaraan rekrutmen saat masa libur hari raya terkesan direkayasa dan tidak ideal bagi masyarakat. Terlebih, pendaftaran ditutup pada 3 April dan pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan hanya dua hari setelahnya, yakni pada 5 April 2025.

“Banyak peserta gagal submit karena waktu yang sangat mepet. Apalagi akses login pada akun pendaftaran online sering bermasalah atau error,” ungkap Musa, Sabtu (5/4/2025).

Menurutnya, penutupan pendaftaran dilakukan tidak sampai pukul 23.59 WIB sebagaimana lazimnya dalam sistem pendaftaran daring. Sebaliknya, pendaftaran ditutup lebih cepat dari waktu yang semestinya.

“Akhirnya banyak calon pelamar harus gigit jari karena tidak bisa mengikuti seleksi administrasi. Penutupan pendaftaran ini terkesan terburu-buru,” katanya.

Musa pun mempertanyakan motif di balik penyelenggaraan yang menurutnya minim transparansi tersebut. Ia menduga kemungkinan adanya peserta ‘titipan’ yang tidak yakin mampu lolos seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT).

“Ada apa sebenarnya?. Saya khawatir ini karena ada orang-orang titipan yang takut tidak lolos CAT karena kalah saing. Kalau pendaftaran ditutup pukul 12 siang, itu bukan tanggal 3 April, kita sebut saja tanggal 2,5 April,” sindirnya.

Lebih jauh, Musa juga menyinggung inkonsistensi jadwal. Meski pengumuman hasil administrasi dijadwalkan pada 5 April, hingga saat ini masih banyak pelamar yang belum diverifikasi, menunjukkan adanya ketidaksiapan panitia dalam menjalankan proses seleksi.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen harus sesuai dengan visi dan misi Gubernur Banten yang menjunjung tinggi integritas serta prinsip anti korupsi.

“Ini harus menjadi catatan penting, dan jangan main-main dalam proses seleksi. Rekrutmen harus dibuka selebar-lebarnya dan memberi kesempatan yang adil kepada seluruh masyarakat,” tegas Wakil Ketua Fraksi PPP-PSI.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap proses rekrutmen pegawai.

“Semakin banyak pendaftar, semakin bagus. Itu bentuk transparansi dan keadilan,” pungkasnya.