Suarageram.co – UPTD Puskesmas Bojong Kamal melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Kusta serta pemberian kemoprofilaksis pada Jumat dan Sabtu (20–21 Februari 2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memutus rantai penularan dan mencegah kecacatan akibat penyakit kusta di wilayah kerja puskesmas.
Penanggung Jawab (PJ) Program Penyakit Kusta Puskesmas Bojong Kamal, Kartono, Amd.Kep., menjelaskan bahwa ACF adalah metode jemput bola untuk menemukan kasus baru pada masyarakat yang berisiko atau memiliki kontak erat dengan pasien.
“Kami melakukan pemeriksaan fisik, identifikasi gejala, serta edukasi. Ciri utama yang diwaspadai adalah bercak putih atau merah yang mati rasa (tidak gatal atau nyeri) dalam waktu lama. Deteksi dini ini sangat efektif untuk menjangkau warga yang belum menyadari gejala tersebut,” ujar Kartono.
Jika ditemukan warga dengan gejala mengarah kusta (suspek), petugas akan segera melakukan:
• Pemeriksaan laboratorium lanjutan.
• Pemberian pengobatan tepat sesuai standar medis.
• Pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Selain pencarian kasus, tim kesehatan juga memberikan obat kemoprofilaksis kepada keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan penderita. Pemberian obat ini berfungsi sebagai langkah preventif untuk menurunkan risiko penularan pada individu dengan tingkat paparan tinggi.
Kepala Puskesmas Bojong Kamal, drg. Made Kusuma Dewi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen puskesmas dalam mendukung program eliminasi kusta nasional.
“Kunci utama penanganan kusta adalah penemuan sedini mungkin. Dengan penanganan cepat, kita tidak hanya mencegah kecacatan fisik, tetapi juga menghapus stigma negatif terhadap kusta di masyarakat,” tutur drg. Made.
Beliau juga mengajak dukungan dari lintas sektor, mulai dari perangkat desa hingga kecamatan. “Kami menghimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan warga dengan bercak putih atau merah yang tidak kunjung sembuh. Jangan menunggu sampai parah,” tambahnya.
Melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif ini, UPTD Puskesmas Bojong Kamal berharap dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan sepenuhnya bebas dari penyakit kusta.


Tinggalkan Balasan