Suarageram.co – Ketidakhadiran anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang dalam giat Inspeksi Mendadak (Sidak) di kawasan industri PT Kartika Alas Utama di Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang pada Kamis 11 Desember 2025 menimbulkan reaksi yang kurang cakep di mata aktivis pergerakan Kabupaten Tangerang.

Menurut aktivis pergerakan Ahmad Suhud yang juga punggawa LSM BP2A2N Banten, ketidakhadiran anggota wakil rakyat Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang yang membidangi perizinan itu, dinilai mengabaikan aspirasi rakyat nya. Terlebih kata Suhud, hal tersebut merupakan bagian dari fungsi kontroling dalam mengawal aspirasi masyarakat.
“Ini merupakan preseden buruk bagi para wakil rakyat, informasi yang didapat mereka ikut Bimtek diluar tupoksi sebagai anggota Dewan, apakah kegiatan tersebut persiapan untuk Musda nanti atau hal lainnya. Kami mengganggap anggota Dewan lebih mementingkan kepentingan Partai nya dari pada rakyatnya, hal ini menurut saya sangat miris dan ironis,” ungkap aktivis pergerakan Kabupaten Tangerang Ahmad Suhud usai mengawal Sidak PT Kartika Alas Utama.
Kata Suhud, Sidak yang dilakukan oleh Yakub anggota Dewan Komisi 2 itu, menyaksikan puluhan bangunan gedung yang berdiri kokoh di kawasan tersebut namun tidak mengantongi izin.
“Kita tunggu keberanian pihak Pemkab Tangerang untuk melakukan penindakan secara tegas, jika tidak, patut diduga ada oknum pihak Dinas terkait yang ikut bermain, meskipun saat ini mereka tidak berkutik dengan alasan kemanusiaan,” ujar Suhud.
Jika hal ini terus dibiarkan, lanjut Suhud, maka, pihak Pemkab Tangerang sama saja melakukan pembiaran dan membuka ruang bagi pengusaha nakal untuk terus melanggar peraturan yang ada.
Sementara itu anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Golkar M Nur Rojab saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangannya.
Terpisah, ketua DPC LSM PPUK Kabupaten Tangerang Hendra Jaya mengatakan, apa yang ia lakukan saat ini semata mata ingin berbuat sesuatu untuk Kabupaten Tangerang yakni berkaitan dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang, tidak untuk menyerang siapapun.
“Berapa banyak PAD yang seharusnya masuk ke kas daerah melalui perizinan dan pajak dalam kawasan industri PT Kartika Alas Utama,” ujarnya.
“Saya tidak pernah berniat menyerang siapapun, tetapi kalau kebenaran dianggap serangan. Mungkin kita terlalu lama hidup dalam Kebohongan,” ungkap Hendra Jaya mengutip pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.


Tinggalkan Balasan