Suarageram.co – Meskipun Eko Patrio telah menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia namun Partai Amanat Nasional (PAN) tetap mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua anggota fraksinya di DPR RI yakni Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya.

Diketahui hal itu dilakukan oleh punggawa Partai PAN lantaran dua orang kadernya dinilai tak bisa menjaga kehormatan, disiplin serta integritas sebagai Wakil Rakyat.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melalui Sekjen PAN Viva Yoga Mauladi dalam siaran pers mengatakan, PAN berkomitmen menjaga kehormatan disiplin serta integritas Wakil Rakyat yang berasal dari Partai Amanat Nasional dalam menjalankan tugas-tugas di DPR RI.

IMG 20250831 WA0066
Sekjen DPP PAN Viva Yoga Mauladi

Kata Viva Yoga Mauladi, berdasarkan dinamika yang berkembang dan setelah melalui pembahasan di partai DPP Partai Amanat Nasional dengan ini menyatakan 5 hal diantaranya, Partai Amanat Nasional yang lahir dari rahim reformasi akan tetap memegang teguh dan terus merealisasikan nilai-nilai reformasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Partai Amanat Nasional berkomitmen untuk terus mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat dan kepentingan masyarakat untuk menjadi kebijakan dan program-program pemerintah agar sesuai dengan aspirasi masyarakat dan dapat bermanfaat buat masyarakat secara langsung.

Perjuangan Partai Amanat Nasional di Legislatif tetap menjaga komitmen dan tugas-tugas konstitusional untuk fungsi legislasi, penganggaran dan kontrol serta pengawasan agar pemerintahan dan tata kelola negara dapat berjalan efektif, efisien dan kemakmuran dan kemajuan bangsa

“Mencermati dinamika yang berkembang saat ini, DPP Partai Amanat Nasional memutuskan untuk menonaktifkan saudara Eko Hendro Purnomo dan saudara Surya Utama sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional di DPR RI terhitung sejak Senin 1 September 2025,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Lanjut dia, Partai Amanat Nasional menghimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini secara cepat tepat dan selalu berpihak kepada rakyat serta untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan

“Siaran pers ini disertai dengan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia agar dapat menatap kembali perjuangan di masa depan,” pungkasnya.