Suarageram.co – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa Intelektual menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang, Senin (12/1/2026).

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, puluhan mahasiswa itu menyampaikan kritikan tajam soal kinerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tangerang yang dinilai gagal dalam sistem pembinaan, pengembangan dan inovasi dalam mencetak generasi Qur’ani yang kompetitif.

Forum Mahasiswa Intelektual (FORMI) menilai bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji secara serius demi memastikan bahwa tata kelola pemerintahan dan kinerja LPTQ Kabupaten Tangerang tetap berjalan berdasarkan prinsip inovasi, pengembangan strategis kepada putra putri daerah yang tidak tergali secara maksimal.

Forum Mahasiswa Intelektual mendesak kepada LPTQ Kabupaten Tangerang untuk memberikan klarifikasi terbuka mengenai anggaran MTQ ke 56 dan memastikan bahwa seluruh proses yang berjalan sejalan dengan asas keterbukaan, pengembangan dan inovasi.

“Sebagai elemen kontrol sosial, kami menegaskan komitmen untuk terus mengawal progres nya LPTQ Kabupaten Tangerang yang bersih dan berintegritas. Setiap kebijakan publik harus berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu,” ungkap koordinator aksi Abdul Hamid, yang akrab disapa Cakdoel.

Berikut tuntutan Formi, Publikasi Secara Terbuka Anggaran MTQ-56 Kabupaten Tangerang.

Menuntut Ketua LPTQ dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk transparansi anggaran dana MTQ ke 56 Kabupaten tangerang.

Menuntut kepada ketua LPTQ dan pemerintah kabupaten untuk fokus binaan dalam pengembangan putra putri daerah kabupaten tangerang.

Menuntut Ketua LPTQ mengkaji kembali dan revitalisasi pedoman MTQ-56 Kabupaten Tangerang dalam Pendaftaran Peserta.

Menuntut program peningkatan kapasitas putra putri daerah secara masif dalam kemandirian daerah.

Menuntut LPTQ untuk melakukan Audit dalam seleksi MTQ tingkat Kecamatan/Desa di Kabupaten Tangerang.

Menuntut ketua LPTQ praktik manipulasi domisili dan mobilisasi peserta lintas daerah (Transaksional) adalah bentuk Korupsi Akademik dan Spritual yang mencederai integritas lembaga.