Suarageram.co – Puluhan penyandang disabilitas turut ambil bagian dalam perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 56 Kabupaten Tangerang yang digelar di wilayah Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang.
Dimana tahun ini, MTQ ke-56 memberikan catatan istimewa pada aspek inklusivitas. Bertempat di MTs Radhatul Irfan, sebanyak 22 peserta penyandang disabilitas (Cacat Netra/Canet) turut tampil pada cabang Canet dan Murattal. Kehadiran mereka menjadi inspirasi luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai dan memuliakan Al-Qur’an.
Perhelatan akbar tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2026 yang berlangsung di Kecamatan Pagedangan resmi berakhir. Acara yang digelar selama sepekan ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi para qari dan qariah, tetapi juga menjadi momentum syiar Islam, persatuan, dan kebangkitan ekonomi daerah.

Pembukaan yang Megah dan Sarat Makna
Rangkaian kegiatan dimulai pada 8 Januari 2025 yang diawali dengan pelantikan dewan hakim sebagai simbol profesionalitas dan sportivitas perlombaan. Kemeriahan memuncak pada malam pembukaan yang diwarnai oleh parade defile dari 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kreativitas kafilah di bawah iringan atraksi cahaya dari pertunjukan drone yang memukau di langit Pagedangan.
Sisi kemanusiaan juga menonjol dalam pembukaan ini melalui aksi penggalangan dana bagi masyarakat di Sumatera, membuktikan bahwa semangat religiusitas berjalan beriringan dengan empati sosial.
Syiar Al-Qur’an dan Inklusivitas Prestasi
Selama lima hari (8-12 Januari 2026), sebanyak 1.332 peserta berkompetisi di 14 arena yang tersebar di wilayah Pagedangan. Berbagai cabang bergengsi diperlombakan, mulai dari Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, hingga Kaligrafi.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Selain mimbar tilawah, geliat ekonomi terasa nyata melalui kehadiran puluhan tenant UMKM lokal. Pemberdayaan ekonomi ini menjadi warna tersendiri, di mana produk kuliner dan kerajinan tangan khas daerah mendapat panggung promosi. Sementara itu, nilai solidaritas diperkuat melalui kehadiran Warung Amal yang menyediakan makanan dan minuman gratis bagi pengunjung, mencerminkan budaya gotong royong masyarakat Tangerang.
Pagedangan Juara Umum, Teluknaga Pertahankan Reputasi
Pada malam penutupan yang digelar di Lapangan Rans Nusantara, Rabu (13/1/2026), Kecamatan Pagedangan resmi dinobatkan sebagai Juara Umum MTQ ke-56. Selain prestasi di arena lomba, apresiasi juga diberikan kepada penyelenggaraan tingkat kecamatan, di mana Kecamatan Teluknaga berhasil meraih peringkat pertama sebagai penyelenggara terbaik selama tiga tahun berturut-turut.
Daftar 5 Besar Penyelenggaraan MTQ Tingkat Kecamatan:
– Kecamatan Teluknaga
– Kecamatan Tigaraksa
– Kecamatan Sepatan
– Kecamatan Cikupa
– Kecamatan Curug
Acara ditutup secara resmi oleh Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran ini.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya pelaksanaan MTQ ke-56 ini. Saya berharap kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wahana memperkuat syiar Islam menuju Kabupaten Tangerang yang religius dan semakin gemilang,” ujar Maesyal Rasyid.
Dengan berakhirnya MTQ ke-56, diharapkan semangat Al-Qur’an tetap menyinari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Tangerang hingga bertemu kembali di perhelatan tahun mendatang. (ADV).


Tinggalkan Balasan