Suarageram.co – Dikonfirmasi ihwal adanya dugaan pemangkasan dana PIP oleh oknum di yayasan pendidikan Islam RAUDHOTUL HASANAH AL-MUHAMMADY yang berlokasi di Desa Kelor Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, pihak Kemenag Kabupaten Tangerang melalui Kasi Madrasah H. Joni Juhaeni mengaku prihatin soal dana bantuan pada jenjang pendidikan Islam.
Joni bilang, prihatin dengan kondisi dunia pendidikan Islam dibawah kewenangan Kementerian Agama yang dinilai minim bantuan. Kata Joni tidak seperti sekolah pada pendidikan umum yang didukung penuh oleh anggaran pemerintah daerah.
“Kita juga prihatin dengan kondisi pendidikan Islam yang minim dengan dana bantuan, tidak seperti pendidikan umum yang saat ini didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui Dana Bos, kalau Madrasah kan nggak ada, hanya PIP saja, itupun hanya sebagian saja,” imbuh Kasi Madrasah Kemenag Kabupaten Tangerang H. Joni Juhaeni.
Ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang juga dapat mengucurkan dana bantuan bagi Yayasan pendidikan Islam.
“Gimana pun juga keberadaan Yayasan pendidikan Islam itu masih di wilayah Kabupaten Tangerang, yaa ada kesetaraan dan mereka juga kan menyumbang PAD bagi wilayah,” ujarnya.
Menyikapi persoalan itu, aktivis asal Tigaraksa Hendra Jaya pun angkat bicara, pria yang akrab disapa Hendra Primitif ini mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memberikan kesetaraan, khususnya soal dana bantuan pendidikan.
“Tidak hanya pada sekolah atau jenjang pendidikan umum, tetapi Pemkab Tangerang juga harus mikirin soal dana bantuan bagi Yayasan pendidikan Islam agar tidak begitu membebani wali murid. Yang akhirnya berdampak pada bantuan PIP yang dipangkas dengan alasan siswa ada tunggakan biaya sekolah,” ujar Hendra, Selasa (6/1/2026).
Hendra meminta, Pemkab Tangerang dapat membuka ruang atau kebijakan baru khususnya buat yayasan pendidikan Islam.
“Karena bagaimanapun juga Yayasan pendidikan Islam itu bagian dari Kabupaten Tangerang yang ikut menyumbang PAD,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan