Suarageram.coAliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) melontarkan kritikan keras soal kualitas dan kontruksi jalan tol Tangerang – Merak (Tamer).

Alamsyah ketua umum LSM Geram Banten Indonesia yang juga tergabung dalam wadah Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP), mempertanyakan komitmen PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola jalan tol dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna Jalan Tol Tangerang – Merak.

IMG 20260126 002520
TPT jalan tol Tamer di wilayah Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang.

Alamsyah menyebut, hampir di seluruh ruas Jalan Tol Tangerang – Merak saat ini mengalami kerusakan yang cukup serius dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengguna jalan.

Menurutnya, kerusakan tersebut meliputi jalan berlubang, permukaan bergelombang, hingga kondisi aspal yang rusak, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama saat hujan dan pada malam hari.

“Sebagai pengguna jalan tol, masyarakat setiap hari membayar tarif tol. Sudah seharusnya hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman dipenuhi oleh pengelola. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi jalan justru semakin memprihatinkan,” ujar Alam yang juga CEO Geram Grup.

Selain kerusakan badan jalan, AMPP juga menyoroti kondisi tembok penahan tanah (TPT) di Jembatan Tol Balaraja yang kembali ambruk, sedangkan di bawahnya jalan poros desa yang aktif di gunakan oleh masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa Ketum Alam ini, ambruknya TPT tersebut bukanlah kejadian pertama. Beberapa tahun lalu, tembok penahan tanah di lokasi yang sama juga pernah ambruk dan telah dilakukan pembangunan ulang, namun kini kembali mengalami kerusakan.

“Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas konstruksi dan pengawasan. TPT sudah pernah dibangun pasca ambruk beberapa tahun lalu, tetapi sekarang kembali ambruk. Ini tentu membahayakan keselamatan masyarakat di bawah jalan tol tersebut. tegasnya.

Ditegaskan dia, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) mengaku telah mengirimkan surat resmi kepada PT Marga Mandala Sakti (MMS) untuk meminta klarifikasi sekaligus mengajak pihak pengelola melakukan diskusi dan audiensi terkait kondisi Jalan Tol Tangerang–Merak.

“Kami AMPP sudah mengirimkan surat resmi kepada PT MMS untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Harapan kami, pihak pengelola tidak menutup mata dan bersikap terbuka demi keselamatan masyarakat,” ungkap Alamsyah.

AMPP mendesak PT MMS agar segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, serta meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan jalan tol secara berkelanjutan.

Selain itu, AMPP juga meminta pemerintah melalui BPJT dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelola Jalan Tol Tangerang–Merak.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai jalan tol hanya berfungsi sebagai tempat pemungutan tarif, tetapi abai terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna,” pungkas Alam.

Hingga berita ini diunggah, pihak PT MMS maupun pihak BPJT serta pihak Kementerian Pekerjaan Umum belum dapat dikonfirmasi perihal kritikan dari AMPP tersebut. Kendati demikian, suarageram.co akan berupaya untuk mendapatkan keterangannya secara resmi.