TANGERANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) kembali menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi di sektor industri alas kaki pada tahun anggaran 2026. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesiapan tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia industri.

Pelatihan menjahit alas kaki tersebut diikuti oleh 32 peserta yang dibagi dalam dua angkatan, dengan total durasi pelatihan mencapai 220 jam belajar. Kegiatan pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan LPK PT ADIS dan telah dimulai sejak 25 Februari 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang ingin memasuki sektor industri manufaktur.
Menurutnya, sektor industri alas kaki masih menjadi salah satu bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
“Melalui pelatihan ini kami ingin membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan mereka memiliki kompetensi yang dapat langsung digunakan di dunia kerja,” jelasnya, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sementara, Kepala UPT Balai Latihan Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara intensif dengan materi yang dirancang sesuai standar industri.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta memiliki pengalaman teknis dalam proses produksi alas kaki.
“Peserta akan dilatih mulai dari teknik dasar menjahit hingga proses pengerjaan komponen alas kaki sesuai standar industri. Dengan pola pelatihan seperti ini, kami berharap lulusan BLK bisa langsung terserap oleh dunia usaha,” katanya.
Ia juga menambahkan, kerja sama dengan lembaga pelatihan industri menjadi bagian penting untuk memastikan materi yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Bambang berharap program pelatihan ini dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri alas kaki yang terus berkembang.(Adv)


Tinggalkan Balasan