Suarageram.coBelum lama diresmikan oleh Bupati dan wakil Bupati Tangerang, halte bus sekolah terlihat bocor. Proyek halte yang dibangun beberapa titik itu menelan anggaran senilai 225 juta rupiah untuk 4 titik.

Kualitas proyek dibawah kewenangan Dishub Kabupaten Tangerang itu pun, dipertanyakan oleh publik.

“Baru saja peresmian itu, potong pita oleh Bupati dan wakil Bupati, halte nya bocor, gimana kualitas proyek tersebut, anggaran nya nggak sedikit, ratusan juta rupiah,” ungkap ketua DPC LSM PPUK Kabupaten Tangerang Hendra Jaya, Minggu (11/1/2026).

Halte bus sekolah gratis bocor di depan SDN 1 Gudang Kecamatan Tigaraksa.

Menurut Hendra Jaya, proyek halte bus sekolah tersebut ada 4 titik di wilayah Kecamatan Tigaraksa, salah satunya yang kondisi bocor berlokasi di depan SDN 1 Gudang Kecamatan Tigaraksa.

“Ini proyek halte bus sekolah asal jadi, bocor, gimana anak sekolah mau nyaman,” ujar Hendra.

Kata Hendra, ini menjadi perhatian khusus, bagaimana pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.

Pria yang akrab disapa Hendra Primitif ini meminta kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang untuk mempertanggung jawabkan atas pembangunan halte tersebut.

“Jadi, bangun Halte ini cuman hanya sekedar menggugurkan kewajiban atas program, tapi bukan berdasarkan kualitasnya,” tandasnya.

Dikatakan Hendra, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 225 juta untuk penyediaan empat unit transportasi sekolah gratis, dengan target total sebesar Rp 450 juta hingga akhir Desember 2025.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang juga berencana membangun tujuh halte lagi untuk mendukung program bus sekolah gratis ini.

Terkait kualitas proyek Halte Bus Sekolah Gratis tersebut, pihak Dishub Kabupaten Tangerang maupun pihak pelaksana belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diunggah.