Suarageram.co – Miris, terkesan tak terawat, bau pesing dan dipenuhi genangan air, begitulah kondisi Terminal Terpadu Merak saat ini.

Diketahui TTM yang dibilang tipe A tersebut melayani bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan 40 Perusahaan Otobis (PO) yang beroperasi dari berbagai rute diantaranya, Jabodetabek, Jawa Barat hingga Jawa Tengah dan Timur, dan konon katanya dipenuhi berbagai fasilitas, namun kini menuai kritikan dan rasa keprihatinan.

Fasilitas transportasi publik yang seharusnya menjadi wajah pelayanan negara bagi masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan justru tampak tidak terawat, kumuh, dan sangat memprihatinkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya genangan air yang cukup luas di halaman depan terminal, parahnya lagi di area bawah tangga justru menimbulkan bau menyengat dan tidak sedap alias bau pesing.

IMG 20260104 WA0019
Genangan air di terminal terpadu pelabuhan Merak.

Kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan, bahkan menyebabkan rasa pusing dan mual bagi para penumpang maupun pengunjung yang melintas.

Selain berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, genangan air tersebut juga mencerminkan buruknya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik.

Padahal Terminal Terpadu Merak merupakan simpul transportasi strategis yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, termasuk penumpang antarkota dan penyeberangan Merak–Bakauheni.

Salah satu pengguna jasa sekaligus aktivis pergerakan di Kabupaten Tangerang Alamsyah, menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pengelola terminal dan instansi terkait harus segera bertindak, melakukan pembersihan, perbaikan drainase, serta memastikan standar kebersihan dan kenyamanan terminal dipenuhi sesuai fungsi dan peruntukannya.

“Petugas jangan hanya rajin pungut biaya parkir kendaraan saja,” ujar Alamsyah, Minggu (4/1/2026).

Menurut aktivis asal Kabupaten Tangerang ini, Negara tidak boleh abai terhadap fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat.

“Terminal yang kotor, bau, dan tidak layak pakai bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng citra pelayanan publik dan daerah,” tandasnya.

Alamsyah mendesak pihak Dinas Perhubungan setempat serta pihak Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengawasan dan monitoring atas kondisi terminal terpadu Merak saat ini.

Sementara pihak penanggung jawab Terminal Terpadu Pelabuhan Merak maupun pihak Dishub setempat belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diunggah, namun demikian suarageram.co akan berupaya mengkonfirmasi untuk mendapatkan keterangan resminya.