Suarageram.co – Dugaan pungutan liar (Pungli) pembuatan sertifikat tanah relokasi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang, menyeret nama Kades Tanjung Pasir Arun dan Camat Teluknaga Zam Zam Manohara dalam pusaran pungli tersebut.

Warga mengaku, untuk pembuatan dokumen kepemilikan tanah itu, diminta uang dengan nilai jutaan rupiah. Mulai dari nominal 2,5 juta hingga 8 juta rupiah, tergantung luas tanah dan bangunan.

Warga menyebutkan, eksekutor di lapangan melibatkan ketua RT berinisial SN dan perangkat Desa atas intruksi kepala desa (Kades). Namun dokumen kepemilikan tanah yang diajukan sejak tahun 2023 hingga 2025 itu, hingga kini belum juga diterima oleh warga.

Selain itu warga juga mengaku bahwa oknum RT tersebut berdalih jika warga tak mengurus dokumen kepemilikan tanah, maka tanah tersebut akan diambil alih oleh negara.

“Kalau nggak diurus sertifikat tanah nya nanti diambil alih oleh negara, begitu katanya,” ujar warga.

“Alasanya untuk biaya pembuatan AJB sebelum sertifikat, padahal sampai sekarang kita warga belum megang AJB dan sertifikatnya sejak tahun 2023,” ungkap warga berinisial AB saat ditanya wartawan, pada Kamis (28/8/2025).

“Kita bayar semua, ada yang 2,5 juta, 4 juta hingga 8 juta rupiah sesuai luas tanah dan juga bangunan, bayar melalui ketua RT SN yang datang ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu ketua RT berinisial SN saat ditanya wartawan mengakui ihwal pungutan dengan nilai jutaan rupiah tersebut. SN bilang atas perintah atasnya, yakni Kades Tanjung Pasir Arun, bahkan kata SN uang tersebut disinyalir mengalir sampai ke Camat Teluknaga.

“Saya melaksanakan perintah atasan, intruksi Kades lah, uang tersebut langsung diserahkan ke Kades Arun di rumahnya,” ujar ketua RT berinisial SN kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya pengurusan sertifikat terhadap warga relokasi itu telah menjadi tanggung jawab perusahaan, tanpa pungutan biaya apapun dari warga.

Sementara itu Kades Tanjung Pasir Arun dan mantan Camat Teluknaga Zam Zam Manohara belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini dimuat, namun demikian suarageram.co akan terus berupaya mengkonfirmasinya.