Minggu, Juni 26, 2022
No menu items!
BerandaHukumWaduuh..! Reputasi PT.WPLI Sebagai Perusahaan Pengolah Limbah Sangat Menghawatirkan.Sempat Ditutup, Tapi Beroperasi...

Waduuh..! Reputasi PT.WPLI Sebagai Perusahaan Pengolah Limbah Sangat Menghawatirkan.Sempat Ditutup, Tapi Beroperasi Kembali

Waduuh..! Reputasi PT. WPLI Sebagai Perusahaan Pengolah Limbah Sangat Menghawatirkan.Sempat Ditutup, Tapi Beroperasi Kembali

SUARAGERAM.CO – SERANG
Viralnya video berdurasi 2 menit 50 detik yang berisi rekaman proses pembuangan cairan hitam dan berbusa ke area persawahan warga, yang diduga berasal dari PT. Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI) Serang, Banten,yang kemudian ditingkatkan menjadi sebuah pemberitaan oleh banyak media online,Kamis 23/06/2022

Menarik bagi kami (media) untuk menelusuri jejak pemberitaan terkait dengan PT.WPLI yang berlokasi di Jl. Rangkas Bitung KM 6 RW 1 Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Dilansir dari trainingproper.com (22/06/2015) Direktur Investigasi LSM Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH), Jarpen Gultom SH., meminta kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk segera menutup kegiatan pengolahan limbah industri yang dilakukan oleh PT. Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI).

Dalam pemberitaan trainingproper.com ,
Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menjelaskan, PT WPLi diduga membuang limbah secara sengaja di sekitar wilayah pabrik. Perusahaan yang dimiliki oleh WNA Korea Selatan tersebut diduga sudah melakukan kejahatan lingkungan hidup cukup lama. Masyarakat mengeluh udara yang bau menyengat dari cerobong PT WPLI dan banyak yang menderita gatal-gatal kulit. Limbah B3 ini diindikasikan karsinogenik atau penyebab kanker.

PT WPLI merupakan perusahaan pengolah limbah B3 yang berasal dari berbagai industri. Ternyata, tidak semua limbah tersebut diolah, melainkan ada yang dibuang dan dibiarkan tak terkelola sehingga berceceran. Membuang gas emisi yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, berdampak buruk dan membahayakan kesehatan warga masyarakat.

Berikut kesimpilan temuan KLHK yang menyebabkan PT WPLI ditutup:

>Penyalahgunaan Wewenang ijin yang sudah di berikan KLHK.
>Terbukti melakukan penimbunan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan cara Limbah B3 ditimbun bersama matrial tanah untuk bahan urukan lalu dipasang besi dan dicor menjadi lantai bangunan gudang perseroan.
>Tidak semua limbah B3 tersebut diolah, melainkan ada yang dibuang dan dibiarkan tak terkelola sehingga berceceran. Limbah B3 ini diindikasikan karsinogenik atau penyebab kanker.
>Membuang gas emisi yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, berdampak buruk dan membahayakan kesehatan warga masyarakat.
>Melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 69 (1) Setiap orang dilarang : huruf (a). melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; huruf (e) membuang limbah ke median lingkungan hidup; huruf (f) membuang limbah B3 ke median lingkungan hidup. Perusahaan itu juga akan dijerat dengan tindak pidana korporasi.
>PT WPLI tidak memiliki catatan-catatan limbah yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan pengolahan limbah B3.

Dikutip dari laman berita okezone.com (23/02/2016) ,Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membantu Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI), Serang, Banten.

Dua tersangka itu yakni Direktur Utama (Dirut) dan Manajer PT Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI), Choe Hoe Ryul dan Lee Park Chongdaal. Mereka telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Serang bersama barang bukti sebagai tindak lanjut perkara yang telah lengkah atau P-21.

“Kasus ini terungkap pada pertengahan tahun 2015 lalu dimana perusahaan tersebut kini sudah ditutup karena izinnya yang tak sesuai ketentuan Kementerian LHK,” jelas Dwi.

Setelah berhasil menangkap kedua tersangka, Bareskrim pun langsung berkoordinasi dengan pihak Kejari Serang dan Kejaksaan Agung. “Pemeriksaan barang bukti berupa dokumen yang terdapat dalam daftar barang bukti cocok dengan daftar yang dibawa PPNS dalam berkas perkara, selanjutnya pelaksanaan penyerahan tahap II berjalan lancar,” pungkas Dwi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakan Hukum (Gakum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah melakukan penyelidikan dari awal pelaporan pada Mei 2015 dan telah menurunkan tiga tim yakni pencemaran air, pemulihan kontaminasi, dan pengaduan masyarakat.

Ditjen Gakkum LHK saat itu menemukan ada limbah yang sudah diolah dan dikubur sehingga masyarakat tak tahu tentang itu. “Awalnya ketahuan limbah yang belum diolah itu mereka timbun. Tapi saat kami selidiki, ternyata ada yang sudah diolah menjadi abu dan ditimbun dalam beton untuk bangunan,” ujar Direktur Penegakan Hukum Pidana LHK, Muhammad Yunus.

Yunus menjelaskan pabrik pengolahan limbah tersebut akan dikenakan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengolahan Limbah. Ancamannya penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 5 miliar.

Yang menariknya adalah pemberitaan pada laman Siber.News dimana Puluhan Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) warga Kampung Cibuntu, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Serang – Banten melakukan aksi demo terkait perusahan PT. Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI) yang telah dituntut meyakinkan bersalah telah mengubur limbah Bahan Berbahaya dan Beracun(B3) yang diduga Buka lagi di Desa Parakan, kecamatan Jawilan, Serang Banten, Selasa (05/12/17).

Periyanto pendamping MPL dalam orasinya menyampaikan,”Apabila kalian tidak menegakan hukum,kami akan menegakkan hukum.Karena kami membela negara kesatuan Republik Indonesia,kami minta kepada penegak hukum untuk menutup perusahaan PT. WPLI apabila tidak menutup perusahaan tersebut, mereka akan mempermalukan kepolisian Republik Indonesia karena PT. WPLI sudah dituntut meyakinkan terbukti telah mengubur limbah Bahan Berbahaya dan Beracun(B3) dan langkah langkah yang kami lakukan adalah langkah langkah hukum.

“Proses hukum PT. WPLI sudah berjalan 5 tahun, sampai pada akhirnya diketuk putusan pengadilan negri Serang, 234/Pid.Sus/P.N Serang/Lingkungan Hidup/2016 dinyatakan bersalah,” ucap periyanto dalam orasinya.

Tambah periyanto masih dalam orasinya,” perusahaan tersebut setelah ditutup tahun 2016 tahun 2017 pertengahan dibuka kembali. Dirinya mengingatkan bahwa dirinya hanya membantu menegakan hukum bukan penegak hukum.

“tutup perusahaan PT. WPLI,” pinta periyanto dalam orasinya dengan di sambut teriakan tutup, tutup, tutup..!!! oleh para peserta aksi demo.

sumber :
trainingproper.com
okezone.com
Siber.News

ViaYusa
BERITA TERKAIT
- Advertisment -

BERITA TERBARU