Suarageram.co – Rumor rencana perpindahan kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Pendapatan Daerah (PPD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang bukan sekedar isapan jempol belaka, meskipun banyak pihak terutama sosial kontrol menilai hal itu dipaksakan dan juga ada beberapa kejanggalan.

Salah satu aktivis yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat Tangerang Raya (ALTAR) Ahmad Suhud mengatakan, dugaan curi start dalam kegiatan PL Kantor UPTD PPD Samsat Kelapa Dua di exs Giant yang berlokasi di Kawasan ll Paramount Serpong Curug Sangerang, Pagedangan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten sudah berjalan sejak Januari 2023.
IMG 20230329 173519
Sementara lanjut Suhud, berdasarkan informasi yang himpun bahwa pihak Bapenda Provinsi Banten belum menerbitkan surat persetujuan (SP) untuk kegiatan tersebut.

“Informasi yang kami himpun bahwa SP nya belum ada sementara kegiatan sudah berjalan sejak Januari 2023, bahkan kalau kami dilihat kembali dokumen yang kami dapatkan itu kegiatan sudah dimulai sejak Desember 2022 lalu, dan kalau benar terjadi, ini sudah melakukan pelanggan, sementara salah satu pekerja pun ngaku proyek tersebut sudah tiga bulan berjalan, sedangkan security mengaku baru sebulan, itu saja terkesan tertutup,” ujarnya Ahmad Suhud saat mengunjungi rencana kantor baru Samsat Kelapa Dua, Rabu (29/3/2023).

Kendati begitu, Ahmad Suhud yang juga sebagai Direktur Eksekutif LSM BP2A2N yang tergabung dalam ALTAR mempertanyakan kenyamanan pelayanan di kantor Samsat yang baru nanti, sebab kata dia di area luar dari kantor Samsat itu dipenuhi oleh pedagang angkringan.

“Jam 2 siang itu para pedagang angkringan sudah mulai berbenah, secara otomatis itu mengganggu kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mengurus pajak kendaraan, tempat untuk gesek kendaraan pun diarea parkiran dan itu sangat sempit,” terang Suhud.

Kondisi yang sempit seperti itu lanjut Suhud, mendapat tanggapan dari salah satu pegiat Biro Jasa asal Teluk Naga, ia mengatakan jika memang pindah, seharusnya tempat itu jauh lebih baik, lebih nyaman, lebih luas dari sebelumnya.

Selain itu Ahmad Suhud yang juga sebagai Direktur Eksekutif LSM BP2A2N mempertanyakan kepindahan kantor UPTD PPD Samsat Kelapa Dua.

“Kenapa mesti pindah kontrakan, kalau disana juga ngontrak, kenapa nggak bangunan kantor sendiri, sementara rumor yang kami dapatkan bahwa pemerintah sudah menggelontorkan anggaran untuk pengadaan lahan kantor UPT Samsat kelapa dua, saya akan bersurat untuk klarifikasi dan konfirmasi terkait hal ini,” pungkasnya. (Red).