Suarageram.coWakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah menegur keras kepada panitia pelaksana acara kegiatan Badan Kesbangpol efek dari molornya acara tersebut.

Hal itu dikatakan Wabup Intan saat memulai acara dengan teman Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme pada peserta didik SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tangerang dan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada Selasa (3/2/2026) yang sejatinya acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB namun baru bisa dimulai pukul 11.44 WIB.

“Kalau acaranya jam sepuluh, ya harus dimulai jam sepuluh, jangan sampai molor karena ini tidak baik untuk ditiru oleh anak-anak kita dan tidak mendidik,” ucap Wabup Intan saat memulai pidatonya.

Wabup Intan bilang, kebiasaan molornya waktu acara dan meminta agar budaya karet tidak lagi dibiasakan dalam kegiatan yang diadakan instansi Pemkab Tangerang.

IMG 20260204 WA0025
Wabup Intan bersama Kepala DP3A, Sekretaris Kesbangpol.

Ia menekankan kepada seluruh dinas dan pihak penyelenggara kegiatan harus lebih disiplin dan menghargai waktu sesuai jadwal undangan yang telah ditetapkan.

Intan juga menegaskan, jika dirinya diundang sebagai narasumber pada kegiatan selanjutnya, acara harus dimulai tepat waktu sebagaimana tertera dalam undangan.

“Intinya tepat waktu, supaya anak-anak ini tidak terbiasa terlambat atau kesiangan, karena itu tidak enak kalau ditiru oleh adik-adik kita,” tambahnya.

Terkait alasan jarak tempuh, Intan menyebut hal tersebut seharusnya sudah diperhitungkan sejak awal.

Menurutnya, yang perlu diukur adalah waktu keberangkatan agar tiba di lokasi sesuai jadwal.

“Saya tidak mau ada persepsi bahwa setiap kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang selalu molor waktunya,” tegasnya.

Wabup pun menegaskan agar seluruh perangkat daerah bisa lebih menghargai waktu dan memanfaatkannya sebaik mungkin, mengingat banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan.

“Ke depan dan seterusnya, saya minta semua dinas lebih disiplin waktu,” terang Intan.

Pada acara tersebut, Wabup Intan menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, keteladanan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda khususnya para anak didik SMA/SMK sederajat untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme.

“Benteng terbaik untuk melawannya adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Untuk pencegahan paham-paham radikalisme masuk ke anak-anak kita, khususnya di tingkat SMA, kegiatan ini melibatkan guru dan murid dengan berbagai narasumber yang berkompeten,” tandas Wabup Intan.

Menurut dia, radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, melainkan kerap masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Untuk segala upaya pencegahan dan penanganan radialisme harus terus dilakukan dengan dukungan semua pihak, multi sektor, tidak hanya pemerintah aja tetapi dunia Pendidikan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarkat dan para pelajar itu sendiri sebagai kelompok rentan.

“Radikalisme sering kali masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Adalah tugas kita bersama, mulai dari dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar itu sendiri untuk dapat bersama-sama mencegahnya,” tegasnya.