Minggu, Juni 26, 2022
No menu items!
BerandaUncategorizedDua Kampung di Desa Mekarsari,Butuh Akses Jalan Dan Jembatan

Dua Kampung di Desa Mekarsari,Butuh Akses Jalan Dan Jembatan

Dua Kampung di Desa Mekarsari,Butuh Akses Jalan Dan Jembatan

SUARAGERAM.CO – SERANG
Selain mengawasi kinerja Kepala Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ,juga dituntut oleh aturan untuk dapat menyerap, menampung dan meneruskan aspirasi masyarakat.

Adalah Fikri Yanto, anggota BPD dari Kampung Bojong Lo,Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang berupaya meneruskan aspirasi masyarakat dari dua kampung yaitu Bojong Lo dan Bojong Buah.

Warga Bojong Lo dan Bojong Buah yang letak kampungnya di sebrang sungai Cidurian,jika turun hujan tidak dapat menggunakan akses jalan pinggiran sungai karena licin dan dibeberapa titik ada genangan airnya.

Untuk mencapai jembatan kayu (eretan jama-red) warga bojong lo dan bojong buah, harus memutar ke wilayah Kabupaten Tangerang

“Kami ini bingung, letak kampung kami diapit dua sungai, yaitu sungai Cidurian Baru dan Cidurian Lama (kali mati-red) dekat dengan batas wilayah Kabupaten Tangerang,”jelasnya,Jum’at 17/06/2022.

Lanjut Fikri, ‘jika intensitas hujan tinggi, praktis jalan gili (bantaran) sungai Cidurian milik balai besar, tidak dapat kami lalui,kami harus mutar ke gunung kaler-beduk lora, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, “ungkapnya.

“Barusan saya lihat, pertigaan jalan mau masuk Bojong Lo,tanahnya sudah ada yang turun, longsor,”kata Fikri.

Masih kata Fikri, “Belum lagi menghadapi jembatan kayu (eretan jama) ,yang kondisinya makin memprihatinkan. Beberapa kali mobil terperosok di jembatan itu, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda mau dibangun”.

Menanggapi keluhan mitra kerjanya di desa,Sukron Perangkat Desa Mekarsari ,
Kecamatan Carenang mengatakan, seingatnya jalan itu sudah diusulkan sekira tahun 2021 dengan panjang 1841 meter.

“Seingat saya jalan gili kiri kanan, dari jembatan kayu sampai perbatasan desa carenang dan desa gunung kaler tangerang, sudah diukur dan dibuatkan proposalnya dengan panjang 1841 meter, tapi saya lupa siapa yang membawa proposalnya, “ujarnya.

Sambung Sukron, “Jalan tersebut masuk kewenangan BBWSC3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian),kami dari pemerintahan desa mekarsari tidak dapat berbuat apa-apa, selain mengusulkan ke pihak terkait, ”


Jembatan kayu-eretan jama

“Atas nama warga desa mekarsari, kami berharap untuk jembatan kayu segera di bangun permanen seperti jembatan yang berlokasi di Pandawa dan Renged,jalannya juga segera diperkeras dan di beton,seperti yang sudah dilakukan dibeberapa lokasi milik balai besar (BBWSC3),”pungkasnya penuh harap.

Untuk diketahui, di kampung Bojong Lo ada satu sekolah dasar negeri dan satu yayasan pendidikan islam dan pondok pesantren.(Ys)

SourceYusa
BERITA TERKAIT
- Advertisment -

BERITA TERBARU